Serbuan restoran barat namun bercitarasa nusantara memang banyak, namun ada juga restoran yang benar-benar bercitarasa barat sehingga bisa menjadi wisata kuliner bagi pendatang manca negara. Beberapa restoran nusantara yang wajib ada seperti restoran padang maupun warteg pun bertebaran di sepanjang jalan. Bagi pecinta kuliner asli Jepara, sayang sekali hanya ada di warung-warung kecil namun tetap sangat terkenal dan padat pengunjung. Seperti warung Pindang Srani di dekat terminal Jepara yang bahkan melayani pesanan dari luar daerah. Tak kurang, kemashurannya sampai pada para penguji dari Jakarta ketika Susi ikut tes Prospek Mandiri secara khusus memesan untuk dibawa pulang ke Jakarta. Pindang Srani adalah pindang atau sup ikan kerapu berwarna kuning yang sangat khas karena sangat berbumbu. Semua bumbu dapur dipakai kecuali temu kunci dan ketumbar-jintan. Paling sedap jika dimasak pedas dengan merica yang banyak.

Es
gempol pleret pun sangat khas Jepara. Berupa es bersantan dengan nasi
dibentuk bulat seperti bakso bersama plered atau pleret. Pleret sangat
unik karena berupa campuran tepung-air dibentuk seperti bunga tulip
namun dibelah satu di pinggir. warna dominannya merah. Ketika dijadikan
satu di mangkuk dan diminum. Hmm.... segarrr.
Belum
puas? Masih ada Kacang listrik, Horog-horog, serta durian Petruk yang
terkenal. Kacang listrik sebenarnya seperti kacang oven yang kita kenal
namun ada satu proses pengeringan lagi yang spesial hingga citarasanya
tetap tidak biasa.
Horog-horog
adalah makanan dari tepung pati yang dimasak selama 10 jam dengan cara
khusus. Tepung pati yang dikukus dalam keadaan kering sehingga menjadi
gumpalan-gumpalan kecil. Prosesnya sangat lama dan berkali-kali naik
turun pengukusan kemudian diproses dan dikukus lagi. Horog-horog sangat
gurih dan cocok dimakan bersama makanan apa saja. Horog-horog bakso
sangat lezat, es kolak horog-horog tak kalah segar, dimakan bersama sate
pun super lezat. Salah satu favorit Susi dan menu wajib adalah
horog-horog sate kikil. Sate ini hanya Susi temukan di Jepara dan
kekhasannya menggunakan bumbu dari blondo, yaitu sisa pembuatan minyak
kelapa. Gurih sekali dan wangi. Hmm... tapi herannya tidak termasuk
daftar kuliner khas Jepara.
Nah,
pulangnya jangan lupa mampir ke pasar durian di Ngabul. Jika melewati
jalan penghubung utama Jepara dan menemukan patung durian, Anda tidak
salah. Itulah pusatnya. Namun jika ingin membeli durian Petruk, desa
Kecapi lah sebenarnya pusatnya. Jadi pembeli langsung ke petani durian.
Biasanya sih durian sudah dipesan ketika masih di atas pohon dan ketika
jatuh si pemilik akan menelpon pemesannya. Durian ini harganya jauh
lebih mahal. Kurang lebih setara dengan durian Montong. Citarasanya
sangat legit, pahit, manis, panas sekali, dan jarang sekali ada satu
orang yang bisa menghabiskan satu buah karena kebanyakan telah mabuk.
Itulah beberapa makanan khas Jepara yang layak diburu jika bertandang
kemari. Jika tertarik, sahabat bisa menghubungi Susi dan kita bisa
berburu wisata kuliner khas Jepara.
Judul : Info Tempat Kuliner Asik di Jepara
Deskripsi : Berburu wisata kuliner di Jepara sangat menyenangkan karena meski kota kecil namun kami memiliki koleksi kuliner yang lengkap. Mulai dari...
Deskripsi : Berburu wisata kuliner di Jepara sangat menyenangkan karena meski kota kecil namun kami memiliki koleksi kuliner yang lengkap. Mulai dari...
0 Response to "Info Tempat Kuliner Asik di Jepara "
Posting Komentar